Waspadai Gejala Gangguan Hypothyroidism

http://4.bp.blogspot.com/-TDSGihH2ehs/UvOyNJRqMoI/AAAAAAAAAAc/tVKH64_s2TM/s1600/2.gif
Bookmark and Share
Hypothyroidism
Hypothyroidism merupakan suatu gangguan pada kelenjar tiroid, yang umunya banyak menyerang wanita daripada pria. Kebanyakan pasien akan terlihat membesar pada jaringan tiroidnya, yang biasa disebut orang gondok.


Diagnosis atau gejala Hypothyroidism

Gejala yang mempengaruhi seseorang untuk mendiagnosis apakah mereka mempunyai gangguan Hypothyroidism ini memang berbeda-beda. Namun, secara umum mereka akan terlihat dengan beberapa kondisi berikut ini:

1. Badan cepat merasa lelah

2. Sembelit

3. Nyeri otot dan nyeri pada sendi

4. Menstruasi menjadi tidak teratur

5. Rambut rontok

6. Kulit menjadi kering dan berasa dingin di tubuh

7. Memiliki Gondok

Itulah beberapa gejala yang menunjukkan seseorang terkena gangguan Hypothyroidism. Apabila Anda atau kerabat Anda mengalaminya, maka segera untuk konsultasi dengan dokter.

Usia, sangat mempengaruhi seseorang terkena Hypothyroidism. Semakin umur bertambah atau semakin tua umurnya, maka untuk terkena Hypothyroidism lebih besar. Penyebab paling umum seseorang terkena Hypothyroidism adalah Tiroiditis Hashimoto (Hypothyroidism  primer) yang merupakan jenis Hypothyroidism yang berasal dari kelenjar tiroid itu sendiri. Maksud dari pernyataan tersebut adalah antibodi tubuh sendiri yang akan menyerang dan menghancurkan diri sendiri. Hal ini juga biasa disebut dengan sindrom autoimun.

Mendiagnosa semua jenis Hypothyroidism sangat penting, karena pengobatan yang dilakukan dengan hormon tiroid akan memperbaiki kondisi pasien. Untuk jenis Hypothyroidism primer, kelenjar tiroid yang letaknya di leher tidak mampu untuk memproduksi hormon tiroid, T4 dan T3. Jika kekurangan kedua jenis hormon tiroid ini, maka kelenjar pituitari, akan mengeluarkan lebih TSH.

Langkah pendiagosaan Hypothyroidism

Langkah yang dilakukan oleh ahli endokrinologi yang menangani kelenjar tiroid adalah dengan mengamati keadaan fisik pasien. Selanjutnya, ahli tersebut akan melakukan pemeriksaan apakah pasien memiliki gondok apa tidak. Ujian yang lain adalah dengan menguji TSh darah, T4, T3, serta antibodi anti TPO juga. Pasien yang memiliki TSH lebih besar dari 4,0 mU / mL mempunyai peluang terkena Hypothyroidism primer. Dan untuk pasien yang memiliki T4 kurang dari 0,9 mg / dL, serta TSH kurang dari 1,0 mU / mL, bisa saja mengidap hipotiroidisme pusat. Pasien-pasien tersebut yang didiagnosis mengidap Hypothyroidism, harus diawasi dan diuji ulang selama kurun waktu 6 bulan.

Pengobatan Hypothyroidism

Banyak pemilihan pengobatan untuk mengobati Hypothyroidism, diantaranya adalah L-tiroksin (T4) dengan persiapan Levoxyl, Synthroid, dan Unithroid, kemudian sintetik untuk L-triiodothyronine (T3) dengan persiapan Cytomel. Adapun pilihan kombinasianatar T4 dan T3 atau yang disebut Thyrolar dengan persiapan Armour, Naturethroid, Bio-Throid, dan Westhroid.

Beberapa jenis pengobatan Hypothyroidism diatas, bisa dilakukan oleh ahli endikronologi.

Untuk anda yang tidak menginginkan terkena gangguan Hypothyroidism ini, hiduplah dengan sehat, dengan makanan yang baik untuk kesehatan kelenjar tiroid.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar